Tips Monitoring Kinerja Karyawan

2 August, 2011 Leave a comment

Berikut ini adalah beberapa kiat agar Anda tetap mampu memonitoring kinerja pegawai meski terhalang oleh jarak dan waktu :

1. Buatlah sistem pelaporan rutin agar Anda bisa mengawasai performa pegawai. Misalkan dengan membuat dailyweekly serta monthly report. Lebih baik sistem itu dibuat online supaya Anda bisa memantaunya kapan saja secara langsung tanpa hambatan waktu.

2. Membuat jadwal meeting rutin sebagai wadah interaksi face-to-face dengan pegawai per divisi.

3. Sesekali lakukanlah sidak atau inspeksi mendadak untuk melihat secara langsung kinerja pegawai.

4. Bangun sikap percaya terhadap pegawai dengan mendengarkan saran atau ide yang berkaitan dengan perkembangan usaha. Dengan demikian, Anda dapat melihat keseriusan serta loyalitas pegawai dalam bekerja serta berupaya meningkatkan usaha Anda.

5. Jangan lupa untuk memberi penghargaan kepada pegawai yang Anda anggap teladan untuk memberi motivasi terhadap para pegawai lain agar mau melakukan hal yang sama. (*/dari berbagai sumber)

Source: http://ciputraentrepreneurship.com

But I Promise

25 November, 2010 Leave a comment

I stood here while you are sleeping and whispered on your ear…

“Dear my love.. I can’t promise you that I will never make you cry.. But I promise I’ll make you laugh again”

“I may someday hurt your feeling unintentionally.. But I promise I’ll give you my heart to fix it”

“I don’t know how many times I might let you down… But I promise I’ll make it up to you afterward”

“I can’t give you the world… But I promise I’ll give you my time and my attention”

“Yes… I’m not perfect… But I promise I’ll make you complete”

Depok, 24 November 2011

It was raining…

A cold but worm night for me

Categories: Index

Kisah Motivasi: Hidup Itu Seperti Secangkir Kopi

1 May, 2010 Leave a comment

Hidup itu seperti secangkir kopi…

Kita seringkali terlalu fokus kepada kualitas cangkirnya dan melupakan bahwa sebenarnya, kualitas kopinyalah yang terpenting..

Seberapapun bagusnya cangkir, tidak akan merubah rasa dan kenikmatan kopi…

Malahan, karena terlalu memikirkan cangkirnya, kita telah membuat rasa kopi menjadi tidak lagi penting… Alhasil, kopi pun menjadi terasa hambar dan tidak enak..

Kualitas hidup sesungguhnya adalah seperti kualitas dari kopi itu di dalam cangkir.. Apapun bentuk dan bagaimanapun kualitas cangkirnya, kopi yang baik tetaplah terasa nikmat bagi siapapun yang meminumnya..

#Inspirasi dari video di bawah ini#

Kisah Motivasi dan Inspirasi: Pohon Bambu

30 April, 2010 Leave a comment

Video Kisah inspiratif tentang Pohon Bambu, seperti layaknya kehidupan kita.

Tentang Keyakinan, persistensi, kestabilan, terstruktur dan tentang kedewasaan…

Hal-hal yang diperlukan untuk kita menjadi sukses di berbagai hal..

Arti Sahabat

27 April, 2010 9 comments

Beberapa hari belakangan ini, banyak kejadian yang membuat saya balajar untuk memahami apa arti persahabatan.

Bagi saya…………..

Sahabat itu mendampingi, bukan meninggalkan

Sahabat itu menasehati, bukan menggurui

Sahabat itu peduli, bukan tak acuh

Sahabat itu melindungi, bukan menjerumuskan

Sahabat itu empati, bukan simpati

Sahabat itu mendidik, bukan membodohi

Sahabat itu berbaik sangka, bukan berburuk sangka

Sahabat itu mengalah, bukan egois

Sahabat itu mendukung, bukan membebani

Sahabat itu melengkapi, bukan mengurangi

Sahabat itu solusi, bukan konflik

Sahabat itu memaafkan, bukan membenci

Sahabat itu keikhlasan, bukan pamrih

Sahabat itu cahaya, bukan kegelapan

Sahabat itu mengerti… Mengerti pentingnya persahabatan….

Kita bisa mencintai seseorang, mungkin diawali karena fisik-nya..
Hanya persahabatan yang diawali dgn melihat hatinya, bukan fisiknya..

Lihat baik baik sekeliling kita dan temukan sahabat sesungguhnya..
Karna saat mereka tiada, dunia pun kan terasa hampa..

Categories: Index Tags: , ,

Pertolongan Pertama Saat Serangan Jantung

19 April, 2010 Leave a comment

Setiap tahun, jutaan orang meninggal karena tidak segera mencari bantuan medis saat serangan jantung terjadi. Yang perlu diperhatikan adalah serangan jantung merupakan keadaan darurat medis. Dalam situasi ini, waktu berpacu dengan kerusakan otot jantung karena kehilangan pasokan darah.

Dalam buku panduan medis yang dikeluarkan Mayo Clinic disebutkan bahwa rasa tertekan atau remasan kuat di dada merupakan gejala utama serangan jantung. Serangan jantung juga bisa terjadi tiba-tiba atau didahului serangan angina (sesak di dada). Rasa nyeri yang ditimbulkan bisa menetap atau bisa hilang timbul. Bagaimanapun, rasa nyeri yang berlangsung lama atau hebat di dada atau perut bagian atas jangan diabaikan.

Bila Anda atau orang lain mengalami serangan jantung, maka segera hubungi rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan jantung. Menurut dr Muhammad Munawar, Sp JP (K), ahli jantung dari RS Jantung Binawaluya, Jakarta Timur, pasien jantung harus mendapat pertolongan medis kurang dari enam jam sejak terjadinya serangan.

Setiap menit yang berlalu membuat makin banyak jaringan otot yang kekurangan oksigen menjadi rusak atau mati. Jika aliran darah dapat segera dipulihkan, maka kerusakan jantung dapat dicegah atau dibatasi.

Pada dasarnya, ada dua penanganan utama pada pasien serangan jantung. “Yang pertama adalah pemberian obat trombolisis untuk membuka gumpalan dan memulihkan aliran darah. Bila diberikan kurang dari tiga jam setelah serangan, maka hasilnya sangat baik,” papar dr Munawar.

Penanganan kedua adalah melakukan percutanous coronary intervension (PCI) atau intervensi koroner perkutan untuk melebarkan pembuluh darah yang menyempit. PCI yang dilakukan segera setelah serangan jantung disebut dengan Primary PCI. “Tingkat keberhasilan dari tindakan ini mencapai 95 persen bila dilakukan tidak lebih dari 95 menit dari waktu serangan jantung,” tambah dr Munawar.

Untuk mendapatkan pertolongan medis yang tepat, yang perlu diperhatikan adalah membawa pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas untuk serangan jantung dan dokter jantungnya siaga di sana.

Sumber: http://www.kompas.com

Categories: Index Tags: , , , , , ,

Kumpulan Motivasi 8 Etos Kerja – Jansen Sinamo

17 April, 2010 Leave a comment

“Dibawah ini adalah kumpulan cerita motivasi yang saya sadur dari FB Fan Page 8 Etos Kerja by Jansen Sinamo. Sangat inspiratif dan motifatif untuk saya, semoga juga untuk anda.. Enjoy…”

“Burung yg bangun lebih awal, akan mendapat cacing lbih banyak.

Bahkan seandainya peluang emas sudah berada di ambang pintu, engkau masih harus bangkit membukakan pintu, utk menjemputnya,” begitu nasihat Guruku.

———————————————————————-

Akan halnya tentang prioritas, begini nasihat Guruku:

“Jika hatimu mengizinkan, dunia akan menggenggammu dalam kesulitan2nya. Tapi engkau jg dapat memilih utk meletakkannya dlm genggamanmu shg engkau dpt mengguncangnya sesuka hatimu.

Jangan izinkan yg tdk bisa engkau lakukan mengganggu yang dpt engkau wujudkan.”

———————————————————————–

Di gunung, di pantai, di kamar kerja, di laut, di gurun, dimana-mana ia akan engkau temukan.

Sebab Guruku berkata,”Jika engkau mampu menemukan kebahagian di dalam dirimu, engkau pun kan bisa menemukan kebahagiaan di mana pun….”

————————————————————————-

Pagi ini kuingat lg nasihat Guruku:

“Jika engkau sibuk bermurah hati sehingga engkau tidak sempat menyadarinya, maka engkau segera melupakan seseorang yg telah menyakiti engkau.

Jika engkau sibuk dgn sukacita dan sdg menghibur yg berdukacita, engkau segera lupa pada hatimu yg gundah.”

———————————————————————–

Ketimbang seperti jalan tol, jalan menuju sukses lebih mirip dgn jalan yg senantiasa sedang dibangun. Banyak lubang, tidak rata, mungkin ada penundaan.

Tapi bagaimanapun itu adalah jalanmu. Engkaulah arsiteknya!

———————————————————–

“Untuk belajar disiplin tak harus bertapa mengucilkan diri.

Untuk bijaksana, tak perlu menunggu tua.

Untuk menjadi org berpengaruh, tak harus menunggu jabatan.

Melainkan dengan setiap hari mengasah hati, membedakan antara persoalan prinsip dan kesenangan.”

———————————————————–

Jika engkau sedang memikirkan pemberian terbaik, kata Guruku, inilah daftarnya.

“Kepada musuhmu, berilah maaf,

kepada penentangmu, berilah toleransi,

kepada sahabatmu, berilah hatimu,

kepada anakmu, berikan teladan,

kepada ayah-ibumu, berikan perilaku yang membanggakan mereka,

kepada dirimu sendiri, berikan martabat dan

kepada semua manusia, berikan kemurahan hati.”

—————————————————————-

“Dengarlah kisah ini,” kata Guruku. “Pada suatu hari setan mengeluh kpd Tuhan. Tuhan, Engkau tdk adil. Begitu banyak pendosa yg melakukan banyak kesalahan Kau terima kembali. Bahkan ada yg beberapa kali kembali kpdMu dan Kau menyambut mereka. Sedangkan aku hanya membuat satu kesalahan dan Kau mengutuk aku selamanya.” Lalu Tuhan menjawab setan itu dgn berkata, “Apakah engkau pernah meminta ampun…?.”

“Tahukah kau anakku, mengapa burung pipit yg kecil dipelihara Tuhan?,” tanya Guruku. Ia menjawabnya sendiri: “Bukan karena ia hanya butuh sedikit makanan dan ranting2 patah cukup utk tempatnya tinggal. Melainkan karena keriangannya menyambut pagi, ketekunannya menjalani hidup dan tanpa kicaunya dunia tak lengkap.”

“Ada yang berkata, bahasa sopan berbudi itu basa-basi belaka, omong kosong yang sia-sia dan membuang-buang waktu,” kata murid, dan meminta pendapat Guruku. Jawab Guruku, “Bagian dalam sebuah ban pun kosong, hanya ada angin, tetapi ia membuat nyaman perjalanan. Demikianlah halnya tentang budi bahasa yg baik, ia menyamankan perjalanan hidup, hidupmu dan sesamamu.”

“Apakah warisan terbaik, Guru?,” murid bertanya. Dengarlah cerita ini, kata Guruku. Seekor babi curhat kpd sapi. Katanya, “Aku heran knp org tak menyukaiku & lbh menyukaimu. Betul, kau tlh memberi mrk susu. Tp lihat, dariku mrk dapat lbh banyak. Mrk mendapat dagingku, bahkan kakiku mrk jadikan sup.” Sapi senyum & berkata, “Mrk lbh menyukaiku krn aku memberi yg ada padaku pd saat aku msh hidup.”

Mari anakku, kata Guruku, belajar ketekunan pada Jacob Riis, yg pernah bercerita begini: “Di saat sdg putus asa, sy pergi melihat tkg batu yg memukulkan palunya berkali2 pd batu. Meski sdh berpuluh2 kali mengayunkan palu, batu itu blm jg retak. Tp pd pukulan kesekian, batu pecah, dan saat itulah sy menyadari bhw bukan pukulan yg terakhir saja yg memecahkan batu, tp semua pukulan yg sudah dilakukan sebelumnya.”

Pagi ini kuingat lagi nasihat Guruku. Katanya, “Jika harimu terasa tak lengkap, jika waktu berjalan terus tetapi serasa ada yang telah terlewat, mungkin engkau lupa mengalirkan kata sederhana ini kepada orang-orang yg seharusnya menerimanya: TERIMAKASIH!.”

“Aku membaca kata-kata ini Guru: org paling bijaksana pun pernah salah. Mereka yg paling hebat pun tak selalu mendapat yg diingininya. Lalu apa gunanya jadi orang bijaksana dan hebat? Murid bertanya. Guruku menjawab:”Buatlah kesalahan dan kegagalan, seperti pohon yang tercerabut akarnya. Dan mereka yg bijaksana tahu, pohon itu tak kan dapat tumbuh lagi, bila tak tersedia tanah untuk ditumbuhinya.”

Berkata Guruku, “Besi berubah jadi bejana. Padi menjelma jadi nasi. Kita manusia pun beraktualisasi. Maka izinkan hatimu menempa engkau jadi yg terbaik dari dirimu.”

Katakan padaku, Guru, dengan apakah aku menggambarkan kerja? “O Anakku,”, kata Guruku. “Pekerjaanmu seperti sahabatmu yg karib. Seandainya ia bicara, tiap pagi ia memanggilmu, ‘datanglah, datanglah, rawat aku dgn amanah. Kembangkan aku sepenuh hati. Jadikan aku cerminan dirimu. Jadikan dirimu bermartabat melalui diriku. Begitulah kerja memanggilmu, anakku.” Selamat pagi, sahabat. Mari kerja penuh tanggung jawab

Tentang keberuntungan mau pun hal-hal buruk, beginilah nasihat Guruku. “Sama halnya dengan nasib sial, keberuntungan seringkali datang secara kebetulan, tanpa dapat engkau tolak. Tapi akan halnya rasa damai di hatimu, ia tak pernah muncul tak terduga apalagi tiba-tiba. Ia hadir manakala engkau mengizinkan hatimu menerimanya, membukakan pintunya dan merasakannya.”

“Inilah nasihatku padamu, tentang semangat hidup,” kata Guruku. “Tak peduli setinggi langit atau hanya setinggi pohon, sejauh kutub atau hanya sampai seujung kota. Tapi satu hal yg penting, anakku, selalu lah punya tujuan untuk dicapai. Setiap hari, sepanjang hidup.”

Hari baru telah datang. Ia hadir tak jemu. “Mari bangun, anakku,” kata Guruku. “Kerja telah memanggil dan sukacita telah menunggu. Sebab berbahagialah mereka yg disibukkan oleh kerja, tetapi menderitalah mereka yg digenangi waktu tanpa tahu melakukan apa.”

Apakah kebahagiaan itu Guru?, murid bertanya. Jawab Guruku, “Berbahagialah mereka yang dapat menikmati senja dengan berkata, ‘telah kulewati hari ini tanpa sia-sia. Karena telah kulihat senyum dan penghargaan dari mereka yang terbantu oleh usahaku, kerjaku, karyaku, senyumku, nyanyianku, juga dengan keringatku.”

Kan selalu kuingat kata Guruku, bahwa pikiran manusia seperti parasut. Ia hanya berfungsi jika ia terbuka. Kan kuingat kata Guruku, orang yg gemar berprasangka buruk akan gelaplah pandangannya. Dan kan kuingat kata guruku, karya-karya besar hanya tercipta oleh orang-orang yg tidak takut menjadi orang berhasil.

“Aku ingin bersyukur utk pagi. Dan aku ingin dunia tahu.” Murid berkata. Jawab Guruku,” Lakukanlah.Ucap syukur pagi ini, dgn langkah bergegas menuju kerja, dgn senyum ceria kpd org2 yg engkau temui, dgn sapaan selamat pagi, dgn tepukan di bahu teman, dgn bersiul mendendangkan sukacita. Banyak cara mengucap syukur untuk pagi.”

“Jika siangmu mendung, jika hasil kerjamu kelabu, jangan kau kecewa,” kata Guruku. “Hitam dan putih tuts piano membuatnya memperdengarkan nada merdu. Burung memerlukan sepasang sayap –bukan satu– untuk terbang mengarungi angkasa. Begitu juga manusia, anakku. Senang dan susah, suka dan derita, seperti tuts piano, seperti sepasang sayap. Ia bagian dari kelengkapan hidup.”

Orang selalu mengeluh kehabisan waktu. Bahwa usia tak bisa dibendung. Dan menjadi tua adalah tanda untuk berhenti. Tetapi inilah nasihatku, anakku, kata Guruku. “Jika engkau tak punya mimpi, ciptakanlah. Jika sudah punya, kejarlah. Orang yg berada pada perjalanan mencapai mimpinya, ia selalu muda, lupa waktu, lupa usia.”

Berkata Guruku, “Berbahagialah orang yang setiap kali bangun tidur menyambut fajar, lalu berkata, ‘Terimakasih untuk pagi yang baru. Tiap detiknya akan kupakai untuk bertumbuh sepenuh-penuhnya, agar aku berkarya sebaik-baiknya, agar aku hidup semulia-mulianya. Bantulah aku, ya sang Mahapemurah,”

Kediaman yg teduh, persemayaman yg damai, tetirah yg tenang. Demikianlah orang yg selalu terbuka mata hatinya. Pada hidup dan segala ciptaan, yg ia lihat adalah kemahabesaran dan kemahamurahan Sang Pencipta. “Engkau dan saya, mari bukakan pintu menjadi kediaman yang teduh, bagi diri sendiri dan bagi sesama,” Guruku berkata.

Dengarlah perkataanku ini, kata Guruku. “Yg menunggu akan mendapat, jika ia menyiapkan jalan kedatangannya. Yg mencari akan menemukan, jika ia mengetahui alamat akuratnya. Yg pergi akan terganti, bila di hati sedia tempatnya. Tp sedihlah hidup yg tak mempunyai sesuatu utk ditunggu, tak mepunyai sesuatu utk dicari dan membiarkan hatinya dibawa pergi oleh yg takkan kembali.”

Tak usah khawatir walau tak bersuara biduan. Tak perlu berkecil hati walau madahmu sederhana. Tapi yakinkan itu semua adalah ucapan syukur, bakti dan sukacita. Niscaya yang mendengarnya turut riang gembira. “Bahkan dengan begitu engkau telah mengetuk hatiNya, agar tetap mengasihi dunia,” kata Guruku.

“Cinta adalah kosmetik terbaik. Pada yang engkau cintai, yang terlihat hanyalah keindahan. Engkau mencintai seseorang bukan karena ia cantik. Tetapi karena engkau mencintainya lah maka dia cantik.” Lanjut Guruku, “Pada hidupmu, perbuat lah begitu. Cintailah hidupmu dengan sepenuh hatimu. Maka ia akan indah pada pandanganmu.”

Sungai yg tak pernah kering, mata air yg segar dan jernih, mengalir terus tak berkesudahan, begitulah hati yg gembira jadi sumber motivasi hidup!.