Home > Index > Kebebasan Berekspresi dan Berasumsi

Kebebasan Berekspresi dan Berasumsi

21 February, 2010 Leave a comment Go to comments

Semalam 20 Februari 2010, sebuah twit dari account resmi milik Mario Teguh, seorang motivator terkemuka di Indonesia, telah membuat heboh kalangan pengguna twitter Indonesia terutama kamu hawa. Sebuah pernyataan yang dinilai cukup controversial oleh sebagian orang telah membuat Mario teguh menutup accountnya secara tiba-tiba pagi hari ini.

Bunyi pernyataan yang dikeluarkan semalam oleh @marioteguhMTGW kira-kira adalah sebagai berikut:

Wanita yang pas untuk teman pesta, clubbing, bergadang sampai sampai pagi, chit chat yang snob, merokok n kadang mabuk – tidak mungkin direncanakan menjadi istri.

Ada banyak hal menarik yang bisa saya simpulkan dari kejadian diatas. Tentu saja sesuai dengan persepsi dan pendapat saya pribadi:

  • Persepsi saya terhadap arti dari twit tersebut adalah sebagai berikut…… : Logis!…. ya logis! Bagaimana mungkin seorang pria mau memperistri dan menjadikan ia ibu dari anak-anaknya apabila wanita tersebut MASIH memiliki kebiasaan yang tidak memungkinkan ia untuk menjadi seorang istri maupun ibu yang baik. Kecuali wanita seperti itu merubah kebiasaannya, saya rasa sulit bagi seorang pria membayangkan untk memiliki istri yang suka begadang, pemabuk, penggemar clubbing dll. Keharmonisan keluarga seperti apa yang mungkin tercipta?

Saya rasa yang dilupakan oleh banyak orang yang kontra dengan pernyataan beliau adalah mengenai 1 hal penting di atas, yaitu gambaran bahwa yang dimaksud oleh Mario Teguh adalah logis hanya jika wanita tersebut MASIH dan tdk mau berubah dari kebiasaan buruknya. Seandainya ia berubah dan memperbaiki kebiasaan, tentunya akan banyak pria yang bersedia memilikinya sebagai istri.

Apakah saya mengada-ada? Tentu saja tidak, karna istri saya dahulu adalah sosok yang mencintai kehidupan malam (termasuk saya) namun masih dalam batas kewajaran. Bahkan pertemuan pertama kami terjadi di sebuah club malam. Lalu apa yang membuat saya bersedia memperistri-nya? Pastinya karna istri saya (dan juga saya) tidak lagi melakukan kebiasaan2nya itu. Dan saya berbahagia bersamanya selama ini. Dia adalah sosok istri dan ibu anak anak saya yang luar biasa. Saya yakin hal ini tdk mungkin terjadi seandainya kami tidak merubah kebiasaan buruk kami itu. Beberapa hari yang lalu, kami baru saja merayakan hari ulang tahun perkawinan kami yang ke-6. (I Love U Honey)

Kemudian, secara akal sehat, saya rasa tidak mungkin ada orang yg membuat rencana untuk menikah dengan seseorang yang TIDAK memiliki kebaikan prilaku. Contoh kasarnya begini: mungkinkah anda merencakan utk menikah dengan seorang pencuri atau perampok atau penipu atau pembunuh atau penjudi atau penganiaya atau pemerkosa atau “pemabuk” atau seseorang dgn perilaku buruk lainnya ?? Kalau akal anda masih sehat, saya yakin tidak mungkin memiliki “rencana” seperti itu kan? Pasti anda merencanakan utk mendapatkan pasangan hidup yang memiliki perilaku baik2…. Yang sholeh/sholehah, baik hati, jujur, penyayang dsb.

Kalau pada faktanya anda MUNGKIN akhirnya mendapatkan seseorang dengan perilaku yg kurang baik, saya rasa itu adalah bagian dari rencana TUHAN untuk anda. Namun tetap, anda pasti sebelumnya hanya akan merencanakan hal2 positif untuk diri anda sendiri.

Well, saya harap persepsi saya di atas juga merupakan persepsi banyak orang yang masih menyukai cara berfikir positif. Beda pendapat sah-sah saja kok…

  • Twit tersebut seperti yang disampaikan oleh Mario Teguh, dibuat oleh moderator yang ditunjuk untuk menangani fans dan penggemar yang jumlahnya mencapai jutaan. So.. kesalahan persepsi pun terjadi… dan Mario Teguh mengambil penuh tanggung jawab atas hal tersebut. “Tak ada gading yang tak retak”
  • Adalah sangat tidak fair untuk menjatuhkan hujatan yang berlebihan bagi -siapapun yang hanya sekedar mengeluarkan pendapat pribadinya masing-masing. Di tengah gencarnya penolakan terhadap pembatasan konten di Internet, saya rasa kejadian yang dialami Mario Teguh bisa menjadi salah satu contoh bentuk kebebasan berpendapat. Jika kita membatasinya dengan penolakan dan hujatan berlebihan, artinya kita secara tidak langsung mendukung pembelengguan kebebasan yang selama ini diperjuangkan banyak pihak. Seandainya kita tidak sependapat dengan beliau, itu juga hak kita dan sah saja. Namun, menghargai hak orang lain juga tidak kalah penting.
  • Saya sangat setuju dengan penilaian yang diberikan oleh seorang pengamat yang saya baca di InilahDotCom. Bahwa pernyataan yang dikeluarkan oleh Mario Teguh memang akan lebih baik jika tidak hanya ditujukan untuk salah satu gender saja. Melainkan juga untuk semua gender apakah itu wanita maupun pria. Karena kebiasaan2 yang dimaksudkan di dalam pernyataan tersebut, bukanlah hal yang baik bagi siapapun. Sehingga pernyataan beliau lebih bisa diterima oleh masyarakat.

Banyak hal yang bisa saya dapatkan manfaatnya dari ucapan dan kata-kata yang disampaikan oleh seorang Mario Teguh. Baik itu di twitter, facebook maupun di media lain. Adalah hal yang sangat saya sayangkan apabila insiden semalam membuat Mario Teguh memutuskan untuk menutup twitter account-nya. Padahal twitter merupakan media yang sangat efektif untuk penyampaian maksud-maksud beliau yang positif. Bahkan saya memasukkan RSS Feed dari twitter account @marioteguhMTGW kedalam widget web saya sebagai wujud kecintaan saya terhadap twit2 beliau.

Semoga polemik ini akan segera selesai, dan Mario Teguh kembali membuka account-nya agar fans beliau dapat kembali mendapatkan manfaat dari kata-kata yang positif seorang Mario Teguh.

Salam Super!

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: