Home > Index > Kekuatan Pikiran & Pola Komunikasi dalam Pengasuhan Anak

Kekuatan Pikiran & Pola Komunikasi dalam Pengasuhan Anak

20 February, 2010 Leave a comment Go to comments

Ditulis oleh: Irma Sustika

Dear All member Parents Club

Masa kanak2 adalah masa pembentukan konsep-konsep diri, citra diri, dan kecenderungan-kecenderungan pada. manusia. Diakui atau tidak, perbedaan karakter, kebiasaan, selera, dan terlebih persepsi-persepsi kita tentang kehidupan dipengaruhi oleh masa kecil kita.
Ajaibnya, semua itu dibentuk bukan lewat tutorial, melainkan diawali oleh pikiran dan persepsi orang tua atas anak-anaknya.

Persepsi kita terhadap anak-anak ternyata sangat besar pengaruhnya terhadap cara kita memperlakukan mereka dan cara kita berbicara atau bersikap terhadap mereka, dan hal itu pun akan menular pada anak-anak tanpa kita sadari.

“Pikiran adalah kekuatan paling dahsyat. Begitu pula dalam dunia anak. Segala bentuk pikiran yang terlintas dalam pikiran mereka setiap hari akan mempengaruhi semua aspek kehidupan mereka. Sikap, pilihan, kepribadian dan siapa mereka sebagai individu, adalah produk dari pikiran-pikiran tersebut.”

Kekuatan Kata-Kata

Kata-kata adalah lukisan verbal dari pikiran dan perasaan. Kesan yang ditangkap anak-anak dari kata-kata yang kita ucapkan akan diolah sedemikian rupa oleh otak mereka.

Satu hal yang menarik, anak-anak ternyata akan lebih fokus pada kata terakhir yang mereka dengar daripada uraian kata di awal kalimat, betapapun penting dan panjangnya kata-kata pada awal kalimat tersebut.

Contoh…

seorang ibu menggendong anaknya yang masih berusia kurang lebih satu tahun. Anak itu nampak manis dalam gendongan ibunya, sampai kemudian sang ibu berkata pada anaknya, “Ade, jangan rewel ya, jangan nangis!” Ajaibnya, tak lama kemudian anak itu malah merengek-rengek dan bahkan menangis keras tanpa alasan yang jelas.

Kalimat yang diucapkan si ibu adalah kalimat negatif, “Jangan rewel!” namun kesan paling dalam yang didengar anak ternyata terletak pada kata terakhir yaitu ‘rewel”.

Lawan dari kalimat negatif adalah kalimat positif. Mempergunakan kalimat positif akan mengarahkan pikiran kita pada apa yang kita inginkan, sedangkan kalimat negatif mengarahkan pikiran pada apa yang tidak kita inginkan.

Misalnya kalimat, “Saya tak mau gagal lagi.” Itu adalah kalimat negatif yang lebih mungkin dipersepsi pikiran kita menjadi “gagal lagi”. Namun sesungguhnya kalimat itu bisa berubah postif jika pilihan kata yang kita gunakan adalah, “Kali ini saya akan berhasil”.

Bagaimana menjelaskan tentang perbedaan pikiran negatif dan positif pada anak-anak ?

Kita bisa membuat perumpamaan. Pikiran itu ibarat taman.

Pikiran positif itu adalah bunga yang membuat kita senang ketika melihatnya,

sedangkan pikiran negatif adalah rumput liar yang membuat bunga terlihat kacau dan kita yang melihatnya merasa terganggu. Supaya bunga tumbuh dengan baik, maka sesering mungkin kita harus menyingkirkan rumput liar yang ada di sekelilingnya

Kekuatan Afirmasi

Beragam hal dalam kehidupan anak-anak terkait pertemanan, persepsi diri, kemampuan-kemampuan intelektual, ataupun optimisme pribadi erat hubungannya dengan bagaimana mereka memikirkan itu semua.

Afirmasi adalah cara paling mudah untuk mengarahkan pikiran dan bahkan keadaan yang negatif menjadi positif. Sebuah penggalan cerita berikut akan menjelaskan hal itu:

Hypnoparenting ini sudah ada sejak dahulu. Bekerja langsung pada alam bawah sadar anak, sehingga memungkinkan orang tua melakukan pola pengasuhan tanpa paksaan. Proses ini adalah berupa pengucapan reaksi dari sugesti berulang-ulang baik positif atau pun negatif dari orang tua kepada anaknya, sehingga tingkah laku anak mengikuti sugesti tersebut. Tehnik ini juga berguna untuk meningkatkan komunikasi spiritual orang tua dan anak

Contoh
• “Andi, lihat kamarmu …. Tiap hari pasti berantakan. Coba atur supaya tidak berantakan begini. …”
• Kamu “anak pinter kok, pasti kamu bisa dan selalu terus berusaha ya…”

Dari dua contoh pernyataan yang berbeda tersebut, memiliki dampak yang berbeda pula.

Pernyataan pertama, karena sering mendengar kata-kata negatif seperti demikian dari orang tua, anak tumbuh menjadi anak yang berantakan dan tidak rapi.

Sedangkan pernyataan kedua, meski anak gagal dalam melakukan sesuatu, misalnya tugas dari sekolah atau membantu pekerjaan rumah, kata-kata positif tersebut justru memicu rasa percaya diri dan menjadi anak yang pintar dan pantang menyerah.

Atau contoh ini

“Besok pagi kamu bangun dan tidak menangis, tidak rewel”, tetapi ganti menjadi,“Besok pagi kamu bangun dengan hati yang gembira dan sehat ya…”

Bagaimana Cara kerja nya ?

•Terjadi komunikasi menggunakan energi bawah sadar untuk mempengaruhi rekaman bawah sadar anak.
•Tindakan dan tingkah laku anak sangat dipengaruhi alam bawah sadarnya. Itu sebabnya, ia begitu polos dan spontan, serta sangat mudah deprogram oleh orang tuanya.
•Pikiran anak ibarat spons yang sangat mudah menyerap apapun yang terdengar, terlihat dan terasa.
•Orang tua menanamkan sugesti dan afirmasi akan langsung kea lam bawah sadarnya, sehingga keseharian anak sesuai sugesti tersebut.Sugesti apa yang sudah anda terpkan selama ini

Persiapan orang tua:

•Paham sifat dan kebiasaan anaknya, sehingga tidak melakukan sugesti yang bertentangan dengan sifat si kecil.

•Bisa menyeleksi kata-kata yang akan diucapkan. Fokus pada kata-kata positif dan hindari kata-kata negative
seperti“nakal”,”bandel”,”malas”,”berisik” dan sebagainya.

•Mampu introspeksi diri dan memberikan contoh baik pada anak.
•Paham betul konsep dasar hypnoparenting. Tak sekedar “tahu”. Hindari tindakan “tidak sepenuh hati” atau “tidak rela”.
•Bekerja sama dengan anak mengenai cara menerapkanhypnoparenting agar konsisten.
•Setiap orang punya kesalahan. Orang tua harus menyadarinya agar tidak selalu menyalahkan anak.
•Ingat, yang bicara adalah bahasa batin. Anak tidak peduli orang tua bicara dalam bahasa apa, tetapi saat orang tua meniatkan maksud dan pikirannya, itulah yang tertangkap.
Janin pun bisa mengikuti kata-kata ibunya, walau ibunya bicara dalam hati, tanpa suara.

Ingin mengetahui HYPNOPARENTING lebih detail serta bagaimana mengaplikasikan nya pada anak anak kita?

Jangan lewatkan kesempatan yang diiselenggaakan oleh Parents Club, ISF Consulting & Smart Talent, yang akan mengunjungi sahabat2 Parents club di
Cirebon, semarang, Solo, Surabaya, Malang, Madiun, Medan, Pakanbaru, Palembang, & Batam

Info detail dapat dilihat di

http://www.facebook.com/event.php?eid=415764540346&index=1

Salam Penuh Cinta

Categories: Index
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: