Home > Index > The Dancing Leader

The Dancing Leader

13 February, 2010 Leave a comment Go to comments

Intinya adalah tentang ilmu kepemimpinan. Bagaimana seseorang berlaku untuk mengajak orang lain mengikuti apa yang dia lakukan dan membuatnya pantas untuk menjadi seorang pemimpin.

——————————————————————————–

Saya coba menterjemahkan isi transkrip sesuai dgn versi pemahaman saya:

Transkrip:

Jika anda telah belajar banyak tentang kepemimpinan dan bagaimana menciptakan pergerakan, mari kita saksikan bagaimana sebuah pergerakan tercipta.

Seorang pemimpin perlu keberanian utk berjalan sendirian dan terlihat konyol. Tapi apa yg dia lakukan adalah sangat mudah, hampir seperti instruksional. Ini adalah “kunci”nya. Anda harus mudah untuk diikuti.

Sekarang, muncullah pengikut pertama dgn peran yg krusial: dia secara gamblang menunjukkan kepada semua org, bagaimana caranya utk mengikuti.

Perhatikan bagaimana si pemimpin merangkulnya secara setara, jadi ini bukan tentang si pemimpin lagi, melainkan tentang mereka (kata jamak). Perhatikan bagaimana si pengikut pertama memanggil teman2nya utk bergabung. Ini membutuhkan keberanian utk menjadi pengikut pertama! Anda berdiri dan berani membuat konyol diri anda sendiri. Pengikut pertama mengubah si konyol yg sendirian menjadi seorang pemimpin. Jika si pemimpin adalah bensin, maka si pengikut pertama adalah percikan yg menciptakan api.

Pengikut kedua adalah sebuah “titik balik”: sebuah pembuktian bahwa si pengikut pertama telah berhasi. Sekarang, bukan lagi seorang yg konyol dan bukan pula 2 org yg konyol. 3 adalah sebuah kerumunan, dan kerumunan akan menjadi pusat perhatian.

Sebuah pergerakan haruslah terbuka. Pastikan org luar melihat bukan hanya sang pemimpin saja. Org lain perlu melihat para pengikutnya, karna pengikut baru mengikuti pengikut yg sebelumnya – bukan si pemimpin.

Sekarang muncul 2 org lagi, kemudian 3 org lagi. Dan kini kita mendapatkan momentum! Ini adalah titik puncaknya! Kini kita mendapatkan sebuah pergerakan!

Saat banyak org yg mulai terlibat, membuatnya tdk lagi beresiko. Jika sebelumnya mereka berada di bangku penonton, tdk alasan utk bergabung sekarang. Mereka tdk akan lagi terlihat konyol, tdk terlihat norak dan mereka akan menjadi bagian dari kerumunan itu jika mereka bergegas. Pada menit2 berikutnya, anda akan melihat akan melihat sisanya yg memilih bergabung dalam kerumunan, karna pada akhirnya mereka akan terlihat aneh jika tdk bergabung.

Itulah bagaimana sebuah pergerakan tercipta! Mari kita menyimpulkan apa yg telah kita pelajari:

Jika anda adalah tipikal org yg suka menari bertelanjang dada sendirian, ingatlah betapa penting nya memelihara pengikut pertama anda secara setara, dan memperjelas tentang pergerakan itu.

Terbukalah! Dan buat agar mudah utk diikuti!

Tapi pelajaran terbesarnya adalah (jika anda memperhatikan):

Kepemimpinan itu terlalu di agung-agungkan.

Ya, benar, itu dimulai dari si org yg bertelanjang dada tsb dan dia berhak di acungi jempol, tapi anda lihat sendiri apa yg sebenarnya terjadi:

Si pengikut pertama lah yg mengubah si konyol yg sendirian menjadi pemimpin.

Tak akan ada pergerakan tanpa adanya si pengikut pertama.

Kita selalu diajarkan utk menjadi pemimpin, tapi itu akan menjadi kurang efektif.

Cara terbaik membuat sebuah pergerakan, jika memang anda peduli adalah dengan secara berani mengikuti dan memberikan contoh kepada org lain bagaimana caranya utk mengikuti.

Saat anda menemukan “seorang konyol yg sendirian” sedang melakukan sesuatu yang besar, beranikan utk menjadi org pertama yg berdiri dan bergabung.

—————————————————-

Original Transcript:

If you’ve learned a lot about leadership and making a movement, then let’s watch a movement happen, start to finish, in under 3 minutes, and dissect some lessons:

A leader needs the guts to stand alone and look ridiculous. But what he’s doing is so simple, it’s almost instructional. This is key. You must be easy to follow!

Now comes the first follower with a crucial role: he publicly shows everyone how to follow. Notice the leader embraces him as an equal, so it’s not about the leader anymore – it’s about them, plural. Notice he’s calling to his friends to join in. It takes guts to be a first follower! You stand out and brave ridicule, yourself. Being a first follower is an under-appreciated form of leadership. The first follower transforms a lone nut into a leader. If the leader is the flint, the first follower is the spark that makes the fire.

The 2nd follower is a turning point: it’s proof the first has done well. Now it’s not a lone nut, and it’s not two nuts. Three is a crowd and a crowd is news.

A movement must be public. Make sure outsiders see more than just the leader. Everyone needs to see the followers, because new followers emulate followers – not the leader.

Now here come 2 more, then 3 more.  Now we’ve got momentum.  This is the tipping point! Now we’ve got a movement!

As more people jump in, it’s no longer risky. If they were on the fence before, there’s no reason not to join now. They won’t be ridiculed, they won’t stand out, and they will be part of the in-crowd, if they hurry. Over the next minute you’ll see the rest who prefer to be part of the crowd, because eventually they’d be ridiculed for not joining.

And ladies and gentlemen that is how a movement is made!  Let’s recap what we learned:

If you are a version of the shirtless dancing guy, all alone, remember the importance of nurturing your first few followers as equals, making everything clearly about the movement, not you.

Be public. Be easy to follow!

But the biggest lesson here – did you catch it?

Leadership is over-glorified.

Yes it started with the shirtless guy, and he’ll get all the credit, but you saw what really happened:

It was the first follower that transformed a lone nut into a leader.

There is no movement without the first follower.

We’re told we all need to be leaders, but that would be really ineffective.

The best way to make a movement, if you really care, is to courageously follow and show others how to follow.

When you find a lone nut doing something great, have the guts to be the first person to stand up and join in.

Original post from Derek Sivers

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: