Home > Index > Terima Kasih Tuhan

Terima Kasih Tuhan

12 February, 2010 Leave a comment Go to comments

Membaca tulisan pak Rony Yuzirman dan pak Yodhia Antariksa mengenai hal-hal kecil dan sederhana dalam keseharian kita yang membahagiakan, membuat saya tergugah untuk turut merenungkan kembali makna kebahagian bagi saya.

Dan ternyata, saya telah menjadi manusia yang tidak bersyukur. Begitu banyak hal di keseharian yang tidak terlalu saya perhatikan, ternyata adalah hal yang membuat saya begitu bahagia. Saya telah melupakan betapa kebahagiaan itu telah saya nikmati hampir di setiap hari dalam kehidupan saya.

Mungkin doktrin yang selama ini saya pegang adalah salah, bahwa kebahagiaan itu murni diukur dari berapa besar pencapaian baik materi maupun prestasi yang bisa saya gapai, yang telah membuat saya tidak lagi menghargai kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang rupanya sering mengisi hari-hari saya.

Berikut adalah beberapa dari moment-moment membahagiakan yang biasa saya dapatkan setiap harinya. Saya mencoba membaginya menjadi 3 bagian penting yaitu saat-saat dengan keluarga, pekerjaan dan saat pribadi saya sendiri:

#Pribadi:

– menikmati segelas kopi dan rokok di teras rumah saat hujan (klise banget ya?)…

– menonton film-film yang saya sukai.. kalo sudah asik nonton, saya paling sulit untuk diganggu saking fokusnya

– mengendarai mobil disaat hujan deras sambil menikmati musi.. tentu saja saya ikut bernyanyi..🙂

– Berkumpul bersama teman-teman dekat, ngobrol sana-sini dan ketawa-ketiwi.. Rasanya lepas banget saat becanda dengan mereka..

– compliment and appreciation.. Yess.. Ketika org lain, siapapun dia, apakah anggota keluarga, sahabat, rekan kerja bahkan yg tidak saya kenal sekalipun, saat mereka mengapresiasi apapun yg saya lakukan, membuat saya merasa bahagia, bangga dan begitu terharu.. Tidak harus berupa pemberian materi, namun ucapan terima kasih, selamat atau very good sudah lebih dari cukup buat saya…

#keluarga:

– membangunkan Arel yang masih tidur… adalah saat yang menyenangkan ketika saya harus mengeluarkan berbagai jurus agar putra pertama saya itu mau bangun dari tidurnya😉

– kalau saya yang telat bangun, itu juga menyenangkan… karna saya akan mendengarkan celetukan-celetukan polos dari Arel yang kesal karna papanya belum bangun juga..

– saya juga suka saat Arel akan berpamitan ketika mobil jemputannya telah datang. Dia cium tangan saya dan saya membalasnya dengan mencium kedua pipinya. Melambaikan tangan sambil melepas berangkatnya Arel ke sekolah..

– Jika tiba waktu saya dan istri untuk berangkat kerja, saya menikmati setiap detiknya ketia saya memeluk dan menciumi putri kecil saya Alexa untuk berpamitan.

– Disambut dengan teriakan: “Papa!” oleh Arel saat saya pulang dari kantor adalah pelepas penat yang paling manjur buat saya. Saya selalu meminta pelukan hangat darinya begitu saya masuk ke dalam rumah.

– Tidur berpelukan dengan Istri (bila beruntung, Arel pun akan ikut-ikutan minta dipeluk)

– Jalan-jalan dengan istri dan arel kemanapun, sepertinya sebuah aktifitas yang tidak pernah membosankan buat saya.

#pekerjaan:

– Ketika saya berhasil merubah pola pikir dari siapapun karyawan di perusahaan saya menjadi lebih baik lagi

– Coaching time! itulah hal yang sering saya ucapkan dalam hati saat saya memberikan coaching rutin kepada setiap tim dan divisi perusahaan saya. Moment-moment dimana saya berkesempatan untuk berbagi dengan rekan-rekan kerja saya mengenai hal apapun yang positif dan membangun

– menikmati sarapan sederhana dan makan siang bersama teman-teman kantor di warung depan atau di ruang santai, membuat saya tidak terlalu memperhatikan makanan apa yang sedang tersaji saat itu. Keceriaan mereka membuat waktu makan seperti angin yang berlalu dengan cepatnya

Sebenarnya apa yang saya tulis di atas belum bisa mewakili sekian banyak moment membahagiakan dalam keseharian saya. Begitu banyaknya hingga tidak mungkin rasanya saya mampu tulis dalam 1 kali kesempatan saja. Namun, tidak mengubah fakta bahwa hal-hal diatas membuat saya tersenyum saya membacanya ulang.

Tuhan sungguh baik terhadap saya… dan saya yakin, juga terhadap anda dan semua orang. Sulit memang memahami pernyataan saya itu bila kita tidak mampu melihat dan menghargai hal-hal remeh yang sering kita alami. Padahal hal-hal remeh itulah yang membuat hidup kita lebih bermakna dan berwarna..

Terima kasih Tuhan, atas hidup dan semua kebahagiaan ini….

  1. daus
    13 February, 2010 at 15:37

    Kok ngga ada tulisan mengenai apa yg sudah coba dilakukan untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT ?

    Terima Kasih belum cukup om😀

    Saatnya membela Agama Allah SWT

    • 13 February, 2010 at 15:46

      Terima kasih kang Daus atas komentarnya…

      Insya Allah dimulai dari menyadari terlebih dahulu apa yang patut di syukuri dan betapa beruntungnya kita selama… Karna tanpa motivasi itu, apapun yang coba kita lakukan “atas nama” agama atau Tuhan, rasanya tidak akan punya makna apa apa…

      Mudah-mudahan melalui kesadaran akan nikmat-Nya, akan berlanjut menjadi tindakan nyata lainnya yang lebih positif dan tentu saja lebih bermakna karna memiliki dasar alasan yang jelas…

      Salam my bro…

  2. japra
    27 February, 2010 at 13:08

    It’s a good way to thanks to God from little thing God give to us …

    keep the spirit bro …

    • 27 February, 2010 at 16:09

      That’s right Bro…

      Start to appreciate from the smallest things, Insya Allah akan semakin meningkatkan nikmat yang diberikan kepada kita..

      Thanks for the comment..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: