Home > Index > Suatu hari di terminal Busway…

Suatu hari di terminal Busway…

12 February, 2010 Leave a comment Go to comments

Apa sih yg membedakan orang arab, afrika, amerika latin, china, eropa selain warna kulit?…. Budaya! That’s right. Bahasa juga bagian dari kebudayaan suatu suku atau negara..

Lalu, budaya Indonesia apa saja? Banyak pastinya…. Salah satu yg menarik, yg akan saya ceritakan di bawah ini..

Setiap pagi, adalah kebiasaan buat saya mengantarkan istri ke terminal busway di bilangan ragunan jak-sel, karna kebetelunan kantornya searah dgn trayek busway tersebut. Setelah itu saya melanjutkan perjalanan ke kantor saya yg berada di daerah timur jakarta.

Selain kami, rupanya banyak juga yg memiliki kebiasaan serupa, terutama yg mengendarai kendaraan roda dua. Saya tahu itu karna lokasi menurunkan penumpang yg ingin naik busway berada di satu area yg sama.

Ada yg mengantarkan istrinya, anaknya atau bahkan mengantarkan org yg tidak mereka kenal (baca: tukang ojek). Anyway… Dari setiap pasangan pengantar tersebut, saya melihat kemiripan kebiasaan/habit yg hampir 100% sama terutama mereka yg notabene adalah suami-istri atau bapak-anak.

Apakah itu?….. That’s right, kebiasaan mencium tangan… Gak percaya kan? Sumpah! Hampir 100 persen calon penumpang busway yg diantarkan oleh suaminya atau bapaknya, mereka semua mencium tangan sebagai tanda bakti dan terima kasih tentunya.

Trus yang menarik apa? Ya tentu jadinya akan menarik kalo kita coba membandingkan dengan kehidupan masyarakat kota masa kini yang amat modern dan kebarat-baratan. Ternyata budaya ketimuran kita masih kuat. Setidaknya itu yg terpikir dalam benak saya melihat peristiwa di atas terulang setiap harinya..

Saya ingat bagaimana orang tua saya mengajarka utk selalu mencium tangan mereka yg kita tuakan apabila kita bertemu atau saat berpamitan, sebagai bentuk hormat dari yg kita yg lebih muda.

Menariknya… Dan mungkin hal ini yg membuat saya tertarik memperhatikan dan akhirnya menjadikannya sebagai tulisan yg anda baca saat ini…. saya dan istri tidak pernah melakukan seremoni (baca: cium tangan) seperti itu. Bukan karna istri saya gak hormat sama saya loh, tapi mungkin karna kami sendiri merasa ganjil dengan kebiasaan itu meskipun saat kecil, kami diajarkan oleh org tua utk melakukannya. Kami memang merasa bentuk hormat kepada yg dituakan tdk harus dgn cara cium tangan, kan bisa dengan cium pipi kanan pipi kiri atau saling berpelukan dll..

Sampai2, karna saya yg kebetulan selalu memperhatikan kebiasaan org lain tsb, meminta istri saya utk melihat sambil berkata: “Say… Coba perhatikan mereka, pasti nanti yg dibonceng akan cium tangan si pengantarnya..” Saya lakukan dan katakan hal itu berkali-kali, dan berkali-kali pula dugaan saya tepat… Istri saya sampai malu sendiri, karna merasa seperti disindir… Hehehe…

Well, hikmahnya adalah bukan nenjadikan budaya cium tangan sebagai satu2nya cara kita menghormati yg dituakan, melainkan menjaga dan melestarikan budaya menghormati agar selalu menjadi budaya anak cucu kita kelak… Apakah itu dgn cara cium tangan atau cium pipi, terserah kepada anda.. Setiap org, golongan maupun negara, punya caranya masing-masing.. Yang penting adalah tujuan dan ketulusan kita melakukannya..

I love Indonesia!…

Categories: Index Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: