Home > Index > Yang Dekat, Yang Disakiti

Yang Dekat, Yang Disakiti

14 September, 2009 Leave a comment Go to comments

Hari ini saya membuktikan satu hal, sebuah ungkapan lama yg mengatakan: "Orang yang paling berpotensi untuk menyakiti kita, adalah orang-orang yang dekat dengan kita", ternyata ada benarnya.

Sebenarnya sih logis juga, karna tdk mungkin kan kalau orang yang jauh bisa menyakiti kita kan? Jaraknya aja jauh. Gimana bisa?

Tapi ini bukan jarak dalam arti harfiah loh. Bukanlah jarak fisik, melainkan jarak dalam arti kedekatan di hati kita.. Rasa sakit yg dimaksud pun adalah dalam arti sakit hati ya, bukan sakit fisik. Jadi kita sepakat ya? Orang yang bisa menyakiti hati kita adalah mereka yang juga dekat di hati kita.

Lalu, apa itu berarti kita gak usah terlalu dekat dengan orang lain supaya tidak tersakiti? Hahahaha… Ya jangan donk, emangnya kita tinggal di gunung? Tarzan aja punya teman dekat kok (meskipun bukan orang).

Hikmahnya adalah, saat kita merasa disakiti hati kita oleh seseorang, suka gak suka, siapapun orang tersebut, ia pastilah dekat di hati kita. Artinya, entah karna alasan apapun, kita telah menempatkan ia di dalam hati dan sanubari kita. Mungkin ia saudara kita, orang tua, pasangan, murid, guru, sahabat atau teman kita.

Nah, coba deh, pikirkan apa alasan-alasan tersebut! Apapun itu, yang pasti tidak mungkin karena kita tidak menyukai atau menyayangi mereka kan? Hayoo jujur!😉

Seringkali, saat sesuatu yg buruk terjadi, kita menghapus fakta2 lain yang juga gak kalah penting. Dalam hal ini, kita seringkali menguatkan fakta bahwa orang lain telah menyakiti kita atau melakukan hal2 yg tidak kita sukai dan menghilangkan fakta2 mengapa mereka bisa berada dekat di hati kita. Saat itu terjadi, pastinya yg akan muncul adalah perasaan kecewa, sedih, marah dan bahkan benci.

Seandainya saja kita mau membuka mata kita akan hal2 lain yang lebih baik, yaitu dengan mempertimbangkan kenyataan2 bahwasanya mereka juga memiliki atau melakukan sesuatu yang baik dimata kita sehingga kita mau untuk menempatkan mereka di tempat khusus di kehidupan kita. Seandainya hal2 diatas yang kita pertimbangkan, kita akan mampu menyikapi suatu hal yg buruk dengan cara positif dan tentunya mampu menetralisir perasaan negatif yg akan ditimbulkan.

Pada akhirnya selalu tergantung pada pilihan kita. Cara mana yang mau kita pilih. Ingatlah satu hal, kecuali kita memilih utk tidak dekat dengan siapapun (yg mana itu adalah mustahil), maka kemungkinan bahwa akan ada orang yg menyakiti kita, haruslah kita terima sebagai salah satu dari konsekwensi. Bila memang mereka lebih banyak atau sering mengecewakan, ya keluarkan saja mereka dari zona kedekatan hati kita. Gampang kan? Artinya mereka juga tidak kompeten lagi utk bisa menyakiti kita.

Case closed!

Categories: Index
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: