Home > Index > Six Basic Needs

Six Basic Needs


Six Basic NeedsPenulis : Lince Kentjana, 08-Feb-08

Pernahkah Anda merasa ada yang kurang dalam hidup Anda, padahal Anda sudah sudah sangat berkecukupan dalam segala hal di mata orang pada umumnya?Pernahkah Anda menetapkan goals, mengejarnya, dan setelah mendapatkannya, ternyata bukan kebahagiaan yang didapat, karena Anda kehilangan hal-hal lain yang ternyata lebih penting dari perkiraan awal Anda? Dan Anda pun merasa telah mengejar impian yang salah?Ketahuilah benar-benar apa yang sebenarnya Anda butuhkan. Kenali 6 kebutuhan dasar Anda untuk merefleksi diri dan mencapai kebahagiaan sebenarnya.Apa yang akan saya share ini saya dapatkan dari Coach Prijono dari ActionCoach. Terima kasih banyak, Coach, karena telah mengajarkan suatu ilmu yang sangat sederhana, akan tetapi sangat berguna sehingga dalam setiap langkah hidup saya, saya dapat melakukan introspeksi, dan selalu tahu apa yang benar-benar saya mau dan harus saya kejar. Dan harap maklum jika ada kekurangan dalam penafsiran, implementasi dan pemaparan kembali topik ini.

Six basic needs yang dimaksud di sini bukanlah kebutuhan akan pangan sandang papan dll. Manusia, dalam menjalankan hidupnya mempunyai 6 kebutuhan dasar, yaitu:1. Certainty kepastian2. Uncertainty / Variation ketidakpastian/variasi3. Significancy keberartian, rasa penting4. Connection/love hubungan/cinta kasih5. Growth pertumbuhan6. Contribution kontribusi/sumbanganDari keenam kebutuhan di atas, tidak ada yang paling penting maupun paling tidak penting. 6 basic needs ini dapat kita pakai dalam kehidupan pribadi kita, hubungan dengan pasangan, anak, keluarga, teman, maupun dalam bisnis. Salah satu contoh kasus adalah pengalaman pribadi saya. Saat saya digantikan teman saya dan tidak lagi menangani operasional perusahaan secara langsung, alias ‘pensiun dini’, saya disibukkan oleh kegiatan sehari-hari seperti mengurus rumah, mengantar anak sekolah dan les, membantu anak belajar, dll. Dinilai dari segi waktu dan kesibukan, saya sibuk, dan waktu luang pun tidak banyak. Dari segi keberartian, apa yang saya lakukan seharusnya berarti bagi saya pribadi, mengingat mengasuh dan mendidik anak dengan sepenuh hati adalah prioritas dalam hidup saya. Dari segi pencapaian dreams, pensiun dini termasuk salah satu dreams saya, dan saya dapat melakukan berbagai hal yang saya impikan untuk lakukan hanya jika saya punya waktu luang.Akan tetapi, saya seperti merasa ada yang kurang, dan baru menyadari apa itu saat saya mengenal 6 basic needs. Coach Pri langsung mengatakan bahwa, significancy saya yang sedang terusik. Saya memang sibuk, terutama karena bolak-balik mengantar anak. Tapi perasaan bahwa saya melakukan sesuatu yang benar-benar penting dan berarti, menjadi hilang karena di alam bawah sadar, saya menganggap mengurus perusahaan lebih berarti dibanding ‘menjadi sopir’ anak saya.Dengan bisa melakukan refleksi dan introspeksi, saya pun lebih bisa mengubah cara pandang dan mengambil langkah-langkah untuk mengisi kekurangan dari 6 basic needs tersebut. Salah satu yang saya lakukan adalah bermain Option saham Amerika di waktu malam sehingga saya tetap bisa belajar terus (5.growth), melakukan hal-hal yang lebih bervariasi (2.uncertainty/variation), berkontribusi aktif menghasilkan uang (1. certainty dan 6.contribution) dan melakukan hal yang berarti (3.significancy), namun tanpa mengabaikan kebutuhan anak saya (4.connection/love). Hasil yang saya dapatkan adalah kebahagiaan dan keseimbangan dalam hidup, dan kemampuan untuk selalu melakukan introspeksi saat hidup terasa kurang seimbang.

Berikut ini peristiwa-peristiwa di mana kita bisa memanfaatkan Six Basic Needs:
1. Menetapkan Goals dan Dreams Tetapkan goals dan dreams yang dapat memenuhi keenam kriteria kebutuhan. Pertimbangkan dulu matang-matang, agar dalam mengejar goals kita, kita tidak mengabaikan hal-hal penting lainnya dalam 6 basic needs, contohnya Connection/Love.

2. Menjaga/memperbaiki hubungan dengan pasangan hidup, sahabat dan partner bisnis Cara melakukannya adalah masing-masing memberi penilaian 0-100 untuk setiap item 6 basic needs. Item dengan nilai yang selisihnya jauh adalah hal-hal yang menimbulkan masalah hubungan. Dengan mengetahui penyebab perbedaan nilai tersebut, diambil langkah-langkah nyata untuk memperbaiki hubungan dan menghilangkan gap yang ada.

3. Keputusan-keputusan penting dalam hidup seperti pindah kerja, memilih karir baru, membuka bisnis baru, pernikahan, perceraian, dsb Seringkali seseorang mengambil keputusan tanpa berpikir apa sebenarnya yang ia maui dan apa konsekuensinya. Dengan meninjau ke-6 kebutuhan dasar di atas, ia akan lebih bisa benar-benar ‘Kutahu yang kumau’ dan mengambil keputusan dengan matang.Semoga sharing ini bisa bermanfaat.

Jika ada komentar, masukan, pertanyaan dsb, dapat menghubungi saya di lince_k@indo.net.id

Website penulis : http://www.yatta-bss.com/

Blogged with the Flock Browser
Categories: Index
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: