Home > Index > Kumpulan Motivasi 8 Etos Kerja – Jansen Sinamo

Kumpulan Motivasi 8 Etos Kerja – Jansen Sinamo


“Dibawah ini adalah kumpulan cerita motivasi yang saya sadur dari FB Fan Page 8 Etos Kerja by Jansen Sinamo. Sangat inspiratif dan motifatif untuk saya, semoga juga untuk anda.. Enjoy…”

“Burung yg bangun lebih awal, akan mendapat cacing lbih banyak.

Bahkan seandainya peluang emas sudah berada di ambang pintu, engkau masih harus bangkit membukakan pintu, utk menjemputnya,” begitu nasihat Guruku.

———————————————————————-

Akan halnya tentang prioritas, begini nasihat Guruku:

“Jika hatimu mengizinkan, dunia akan menggenggammu dalam kesulitan2nya. Tapi engkau jg dapat memilih utk meletakkannya dlm genggamanmu shg engkau dpt mengguncangnya sesuka hatimu.

Jangan izinkan yg tdk bisa engkau lakukan mengganggu yang dpt engkau wujudkan.”

———————————————————————–

Di gunung, di pantai, di kamar kerja, di laut, di gurun, dimana-mana ia akan engkau temukan.

Sebab Guruku berkata,”Jika engkau mampu menemukan kebahagian di dalam dirimu, engkau pun kan bisa menemukan kebahagiaan di mana pun….”

————————————————————————-

Pagi ini kuingat lg nasihat Guruku:

“Jika engkau sibuk bermurah hati sehingga engkau tidak sempat menyadarinya, maka engkau segera melupakan seseorang yg telah menyakiti engkau.

Jika engkau sibuk dgn sukacita dan sdg menghibur yg berdukacita, engkau segera lupa pada hatimu yg gundah.”

———————————————————————–

Ketimbang seperti jalan tol, jalan menuju sukses lebih mirip dgn jalan yg senantiasa sedang dibangun. Banyak lubang, tidak rata, mungkin ada penundaan.

Tapi bagaimanapun itu adalah jalanmu. Engkaulah arsiteknya!

———————————————————–

“Untuk belajar disiplin tak harus bertapa mengucilkan diri.

Untuk bijaksana, tak perlu menunggu tua.

Untuk menjadi org berpengaruh, tak harus menunggu jabatan.

Melainkan dengan setiap hari mengasah hati, membedakan antara persoalan prinsip dan kesenangan.”

———————————————————–

Jika engkau sedang memikirkan pemberian terbaik, kata Guruku, inilah daftarnya.

“Kepada musuhmu, berilah maaf,

kepada penentangmu, berilah toleransi,

kepada sahabatmu, berilah hatimu,

kepada anakmu, berikan teladan,

kepada ayah-ibumu, berikan perilaku yang membanggakan mereka,

kepada dirimu sendiri, berikan martabat dan

kepada semua manusia, berikan kemurahan hati.”

—————————————————————-

“Dengarlah kisah ini,” kata Guruku. “Pada suatu hari setan mengeluh kpd Tuhan. Tuhan, Engkau tdk adil. Begitu banyak pendosa yg melakukan banyak kesalahan Kau terima kembali. Bahkan ada yg beberapa kali kembali kpdMu dan Kau menyambut mereka. Sedangkan aku hanya membuat satu kesalahan dan Kau mengutuk aku selamanya.” Lalu Tuhan menjawab setan itu dgn berkata, “Apakah engkau pernah meminta ampun…?.”

“Tahukah kau anakku, mengapa burung pipit yg kecil dipelihara Tuhan?,” tanya Guruku. Ia menjawabnya sendiri: “Bukan karena ia hanya butuh sedikit makanan dan ranting2 patah cukup utk tempatnya tinggal. Melainkan karena keriangannya menyambut pagi, ketekunannya menjalani hidup dan tanpa kicaunya dunia tak lengkap.”

“Ada yang berkata, bahasa sopan berbudi itu basa-basi belaka, omong kosong yang sia-sia dan membuang-buang waktu,” kata murid, dan meminta pendapat Guruku. Jawab Guruku, “Bagian dalam sebuah ban pun kosong, hanya ada angin, tetapi ia membuat nyaman perjalanan. Demikianlah halnya tentang budi bahasa yg baik, ia menyamankan perjalanan hidup, hidupmu dan sesamamu.”

“Apakah warisan terbaik, Guru?,” murid bertanya. Dengarlah cerita ini, kata Guruku. Seekor babi curhat kpd sapi. Katanya, “Aku heran knp org tak menyukaiku & lbh menyukaimu. Betul, kau tlh memberi mrk susu. Tp lihat, dariku mrk dapat lbh banyak. Mrk mendapat dagingku, bahkan kakiku mrk jadikan sup.” Sapi senyum & berkata, “Mrk lbh menyukaiku krn aku memberi yg ada padaku pd saat aku msh hidup.”

Mari anakku, kata Guruku, belajar ketekunan pada Jacob Riis, yg pernah bercerita begini: “Di saat sdg putus asa, sy pergi melihat tkg batu yg memukulkan palunya berkali2 pd batu. Meski sdh berpuluh2 kali mengayunkan palu, batu itu blm jg retak. Tp pd pukulan kesekian, batu pecah, dan saat itulah sy menyadari bhw bukan pukulan yg terakhir saja yg memecahkan batu, tp semua pukulan yg sudah dilakukan sebelumnya.”

Pagi ini kuingat lagi nasihat Guruku. Katanya, “Jika harimu terasa tak lengkap, jika waktu berjalan terus tetapi serasa ada yang telah terlewat, mungkin engkau lupa mengalirkan kata sederhana ini kepada orang-orang yg seharusnya menerimanya: TERIMAKASIH!.”

“Aku membaca kata-kata ini Guru: org paling bijaksana pun pernah salah. Mereka yg paling hebat pun tak selalu mendapat yg diingininya. Lalu apa gunanya jadi orang bijaksana dan hebat? Murid bertanya. Guruku menjawab:”Buatlah kesalahan dan kegagalan, seperti pohon yang tercerabut akarnya. Dan mereka yg bijaksana tahu, pohon itu tak kan dapat tumbuh lagi, bila tak tersedia tanah untuk ditumbuhinya.”

Berkata Guruku, “Besi berubah jadi bejana. Padi menjelma jadi nasi. Kita manusia pun beraktualisasi. Maka izinkan hatimu menempa engkau jadi yg terbaik dari dirimu.”

Katakan padaku, Guru, dengan apakah aku menggambarkan kerja? “O Anakku,”, kata Guruku. “Pekerjaanmu seperti sahabatmu yg karib. Seandainya ia bicara, tiap pagi ia memanggilmu, ‘datanglah, datanglah, rawat aku dgn amanah. Kembangkan aku sepenuh hati. Jadikan aku cerminan dirimu. Jadikan dirimu bermartabat melalui diriku. Begitulah kerja memanggilmu, anakku.” Selamat pagi, sahabat. Mari kerja penuh tanggung jawab

Tentang keberuntungan mau pun hal-hal buruk, beginilah nasihat Guruku. “Sama halnya dengan nasib sial, keberuntungan seringkali datang secara kebetulan, tanpa dapat engkau tolak. Tapi akan halnya rasa damai di hatimu, ia tak pernah muncul tak terduga apalagi tiba-tiba. Ia hadir manakala engkau mengizinkan hatimu menerimanya, membukakan pintunya dan merasakannya.”

“Inilah nasihatku padamu, tentang semangat hidup,” kata Guruku. “Tak peduli setinggi langit atau hanya setinggi pohon, sejauh kutub atau hanya sampai seujung kota. Tapi satu hal yg penting, anakku, selalu lah punya tujuan untuk dicapai. Setiap hari, sepanjang hidup.”

Hari baru telah datang. Ia hadir tak jemu. “Mari bangun, anakku,” kata Guruku. “Kerja telah memanggil dan sukacita telah menunggu. Sebab berbahagialah mereka yg disibukkan oleh kerja, tetapi menderitalah mereka yg digenangi waktu tanpa tahu melakukan apa.”

Apakah kebahagiaan itu Guru?, murid bertanya. Jawab Guruku, “Berbahagialah mereka yang dapat menikmati senja dengan berkata, ‘telah kulewati hari ini tanpa sia-sia. Karena telah kulihat senyum dan penghargaan dari mereka yang terbantu oleh usahaku, kerjaku, karyaku, senyumku, nyanyianku, juga dengan keringatku.”

Kan selalu kuingat kata Guruku, bahwa pikiran manusia seperti parasut. Ia hanya berfungsi jika ia terbuka. Kan kuingat kata Guruku, orang yg gemar berprasangka buruk akan gelaplah pandangannya. Dan kan kuingat kata guruku, karya-karya besar hanya tercipta oleh orang-orang yg tidak takut menjadi orang berhasil.

“Aku ingin bersyukur utk pagi. Dan aku ingin dunia tahu.” Murid berkata. Jawab Guruku,” Lakukanlah.Ucap syukur pagi ini, dgn langkah bergegas menuju kerja, dgn senyum ceria kpd org2 yg engkau temui, dgn sapaan selamat pagi, dgn tepukan di bahu teman, dgn bersiul mendendangkan sukacita. Banyak cara mengucap syukur untuk pagi.”

“Jika siangmu mendung, jika hasil kerjamu kelabu, jangan kau kecewa,” kata Guruku. “Hitam dan putih tuts piano membuatnya memperdengarkan nada merdu. Burung memerlukan sepasang sayap –bukan satu– untuk terbang mengarungi angkasa. Begitu juga manusia, anakku. Senang dan susah, suka dan derita, seperti tuts piano, seperti sepasang sayap. Ia bagian dari kelengkapan hidup.”

Orang selalu mengeluh kehabisan waktu. Bahwa usia tak bisa dibendung. Dan menjadi tua adalah tanda untuk berhenti. Tetapi inilah nasihatku, anakku, kata Guruku. “Jika engkau tak punya mimpi, ciptakanlah. Jika sudah punya, kejarlah. Orang yg berada pada perjalanan mencapai mimpinya, ia selalu muda, lupa waktu, lupa usia.”

Berkata Guruku, “Berbahagialah orang yang setiap kali bangun tidur menyambut fajar, lalu berkata, ‘Terimakasih untuk pagi yang baru. Tiap detiknya akan kupakai untuk bertumbuh sepenuh-penuhnya, agar aku berkarya sebaik-baiknya, agar aku hidup semulia-mulianya. Bantulah aku, ya sang Mahapemurah,”

Kediaman yg teduh, persemayaman yg damai, tetirah yg tenang. Demikianlah orang yg selalu terbuka mata hatinya. Pada hidup dan segala ciptaan, yg ia lihat adalah kemahabesaran dan kemahamurahan Sang Pencipta. “Engkau dan saya, mari bukakan pintu menjadi kediaman yang teduh, bagi diri sendiri dan bagi sesama,” Guruku berkata.

Dengarlah perkataanku ini, kata Guruku. “Yg menunggu akan mendapat, jika ia menyiapkan jalan kedatangannya. Yg mencari akan menemukan, jika ia mengetahui alamat akuratnya. Yg pergi akan terganti, bila di hati sedia tempatnya. Tp sedihlah hidup yg tak mempunyai sesuatu utk ditunggu, tak mepunyai sesuatu utk dicari dan membiarkan hatinya dibawa pergi oleh yg takkan kembali.”

Tak usah khawatir walau tak bersuara biduan. Tak perlu berkecil hati walau madahmu sederhana. Tapi yakinkan itu semua adalah ucapan syukur, bakti dan sukacita. Niscaya yang mendengarnya turut riang gembira. “Bahkan dengan begitu engkau telah mengetuk hatiNya, agar tetap mengasihi dunia,” kata Guruku.

“Cinta adalah kosmetik terbaik. Pada yang engkau cintai, yang terlihat hanyalah keindahan. Engkau mencintai seseorang bukan karena ia cantik. Tetapi karena engkau mencintainya lah maka dia cantik.” Lanjut Guruku, “Pada hidupmu, perbuat lah begitu. Cintailah hidupmu dengan sepenuh hatimu. Maka ia akan indah pada pandanganmu.”

Sungai yg tak pernah kering, mata air yg segar dan jernih, mengalir terus tak berkesudahan, begitulah hati yg gembira jadi sumber motivasi hidup!.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: